Postingan

Biarkan Luka Mengering

Rasanya tidak pantas saja kalau mengeluh hanya karena hal receh soal hati. Beberapa hari terakhir ini di Jogja hujan turun tiada hentinya. Berangkat dan pulang mengajar diguyur hujan sudah menjadi hal biasa. Kemarin, hujan deras seharian menyebabkan beberapa daerah di DIY terkena banjir dan longsor. Pun di Pacitan dan Wonogiri, rumahku. Rasanya sudah hampir sebulan tidak pulang. Kangen, jelas. Tidak perlu ditanya. Bahkan ibu sampai mengabarkan kondisiku di sini. Apakah aku baik-baik saja. Semoga sehat lahir batin ya, Ibu. Bapak & Ibu juga. Rasanya kurang bersyukur kalau dalam kondisi demikian mengeluh hanya karena hal receh. Receh. Receh sekali kurasa. Sedang saudara-saudara kita di sana masih memikirkan apa yang akan terjadi dengan rumah mereka hingga esok hari. Kalau hujan tidak berhenti. Yang Maha Membolak- balikkan hati. Teguhkan hati ini di atas agama-Mu. Semoga segala macam teguran yang Engkau berikan menjadikan kami sebagai hamba yang tidak lalai karenanya. Sari Asih, 28...

Thank You.

They said, "Don't let mean people ruin your day!". But you've done it. One of the greatest people I've ever met. Congratulations! It'll have destroyed another passion that I've just found. Thank you.

Senja yang Datang, Senja yang Hilang

Musuh terbesarmu adalah dirimu Musuh terbesarmu adalah prasangkamu Musuh terbesarmu adalah khawatirmu Musuhmu, semuamu Senja yang semu Sekian lama membisu Kini kau temukan jawabmu Melalui diammu Semoga menjadi titik temu Wonogiri, Oktober 2017

Aku Jatuh Cinta Pada Waktu

Aku jatuh cinta pada, Waktu yang semu, Waktu orang terkasih selalu datang tanpa jemu, Waktu berkesempatan untuk gagal ada, Waktu bahagia lantas menjadi luka, Waktu setiap permohonan tak selalu seperti asa, Waktu rencana dilukiskan dengan indah, Dan teka-teki yang dikirimkan selalu menjadi gundah, Waktu Tuhan merahasiakan jalan takdirku, Aku jatuh cinta padaMu, Setiap waktuMu.

Kamis Manis

Kasih sayangnya kurayakan setiap hari. Lembut nasehat-nasehatnya mengiringiku setiap waktu. Tak terbatas. Tak terdefinisi.

Esensi, Eksistensi

A Cat in My Eyes . Buku kumpulan cerita karya Fahd Djibran.  Membaca buku ini seperti membaca buku filsafat. Cara penulis bercerita memaksa pembaca ikut berfikir tentang apa sebenarnya makna; cantik, waktu, hidup, bahkan tentang Tuhan, serta pertanyaan-pertanyaan lain. Semua itu sukses membuat pembaca semakin banyak bertanya. Baru mulai membaca cerita yang kedua, sudah disuguhi dengan pergulatan pertanyaan dan jawaban, kata cantik.  Melalui kedua tokoh, Marva dan Zira yang melakukan riset, mencari sumber-sumber, dan melalui pemaknaan,  akhirnya, akhirnya disampaikan bahwa cantik itu tidak bisa didefinisikan. “Cantik adalah jawaban itu sendiri, Zira. Bukankah juga tidak setiap kata kita definisikan dan tak usah kita definisikan?”, begitulah yang tertulis di salah satu cerita yang berjudul Tubuh . Cantik, ya cantik. Cantik tidak perlu didefiniskan secara teoritis. Cantik ya cantik itu sendiri. Ketika kita mendefiniskan makna sebuah kata, terlebih kata sifat, sebena...

A New Mistake

Today's mistake is a good mistake I think.  Senin pagi. Suatu pagi yang selalu digadang-gadang dengan pagi yang penuh semangat, doa-doa baru, harapan baru, dan pelajaran baru. Pagi ini masih sama, diperdengarkan kicauan burung di pohon gereja depan kos, dan burung dara milik kos sebelah. Alhamdulillah... Akal tak sekali datang runding tak sekali tiba. Selalu disadarkan dengan kesalahan yang sangat lambat disadari. Pagi ini dikagetkan dengan kesalahan kecil. Kesalahan yang bisa dengan mudahnya merusak segala yang sudah dipersiapkan. Setelah menyadarinya, kucoba cek file yang tertanggal pertengahan Desember tahun lalu. Ini sudah 2016.  Betapa kagetnya ketika memang sudah salah sejak waktu itu, dan aku sama sekali tidak menyadarinya. Masih dianggap benar, masih dianggap sempurnya. Begitupun seterusnya sampai pagi ini.  Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak nampak. Begitu kata pepatah. Makna pepatah itu baru benar-benar dirasakan pagi ini, o...